HARAPANKU PADA PRESIDEN BARU

Pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) secara resmi telah ditetapkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, pada 20 Oktober  2014 lalu. Kemenangan itu diraih karena figur keduanya disukai masyarakat. KPU menetapkan Jokowi-JK memenangkan Pilpres setelah unggul dengan perolehan suara 53,15 %. Secara akumulatif Jokowi-JK memperoleh 70.997.833 suara (53,15 %) sehingga dipastikan akan memimpin Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Sementara itu, pasangan nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta), mendapat 62.576.444 suara (46,85 %). Selisih perolehan keduanya yakni sebesar 8.421.389 suara. Khusus di Maluku, pasangan Jokowi-JK unggul dengan perolehan 443.040 suara, sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 433.981 suara. Angka partisipasi memilih di provinsi Maluku sebesar partisipasi 71,20 % dengan suara sah sebanyak 877.021 suara dan tidak sah 4.427 suara.

Harapan saya kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo:

  1. Menjadi pemimpin yang memberi tauladan baik, yang berpegang teguh kepada Al-qur’an , Al-hadits, dan taat UUD 1945 serta Pancasila. Pemimpin yang tidak gila harta, Sosok presiden yang peduli dan mementingkan rakyat dari negaranya. Begitu pula dengan rakyat Indonesia yang rindu dan mendambakan kehadiran sosok pemimpin yang menjamin kesejahteran dan mengayomi rakyat negaranya.
  2. Presiden baru haruslah memperbaiki kondisi pembangunan negara. Pembangunan negara saat ini sangat tidak merata, disalah satu daerah pembangunan berjalan pesat namun didaerah yang lain pembangunan belum berjalan, bahkan untuk sekedar aliran listrik pun beberapa daerah belum mendapatkannya.
  3. Harus dapat merangkul dan mensejahterakan masyarakat didaerah perbatasan negara. Karena perbatasan negara adalah etalase bangsa, kondisi yang tercermin dari daerah perbatasan negara dapat disimpulkan sebagai kondisi yang juga ada di dalam pusat negara tersebut. Presiden sebaiknya mengadakan pembangunan dimulai dari daerah perbatasan kemudian dilanjutkan daerah sentral, bukan sebaliknya. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat daerah perbatasan lebih terjamin, selain itu masyarakat daerah perbatasan tidak akan merasa dianak tirikan lagi oleh pemerintah.
  4. Presiden yang terpilih nanti diharapkan presiden yang peduli dengan kondisi pendidikan anak bangsa, anak-anak generasi penerus bangsa. Bukan hanya peduli, namun juga memberikan langkah nyata untuk meratakan pendidikan bangsa ke setiap daerah.

Sumber:

http://www.lsi.or.id

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: