Masih Mencangkup soal BISNIS

  • Fakta Iklim Bisnis

Iklim bisnis dipengaruhi banyak faktor. Berdasarkan survei, faktor utama yang mempengaruhi iklim bisnis adalah tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja, perekonomian daerah, infrastruktur fisik, kondisi sosial politik, dan institusi. Faktor institusi yang dimaksud, terutama ialah institusi birokrasi (pemerintah).

  • Faktor – faktor yang mempengaruhi Iklim Bisnis di Indonesia

1.   Tenaga Kerja Inonesia
Sebutan bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri. Dalam jangka waktu tertentu dengan menerima upah. TKI sering disebut sebagai pahlawan devisa karena dalam setahun bisa menghasilkan devisa 60 trilyun rupiah (2006). Tetapi dalam kenyataannya, TKI menjadi ajang pungutan liar (pungli) bagi para pejabat dan agen terkait. Bahkan di Bandara Soekarno-Hatta, mereka disediakan terminal tersendiri (terminal III) yang terpisah dari terminal penumpang umum. Pemisahan ini beralasan untuk melindungi TKI tetapi juga menyuburkan pungutan liar (pungli), termasuk pungutan liar yang resmi seperti punutan Rp.25.000,- berdasarkan Surat Menakertrans No 437.HK.33.2003, bagi TKI yang pulang melalui Terminal III wajib membayar uang jasa pelayanan Rp25.000. (saat ini pungutan ini sudah dilarang).

2.   Perekonomian Indonesia
Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis moneter. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sangat berhubungan dengan aktivitas kegiatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan negara serta pertumbuhan ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.

3.   Infrastruktur Fisik dan Sosial
Kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistim struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat. Sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik.Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi, pelabuhan secara fungsional, infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkan transportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat. dalam beberapa pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan dasar seperti antara lain termasuk sekolah dan rumah sakit. Bila dalam militer, istilah ini dapat pula merujuk kepada bangunan permanen dan instalasi yang diperlukan untuk mendukung operasi dan pemindahan.

4.    Ketrampilan dan Pendidikan Tenaga Kerja

Karena keterampilan yang terbatas dan pendidikan yang kurang bisnis di indonesia berjalan lambat, kualitas barangnya kurang baik dan etos kerja kurang baik menyebabkan investor dan pegusaha banyak malas berinvestasi dan membuka usahanya contohnya tenaga kerja pabrik yang rata-rata SMA dan SMP mereka inginkan dapat gaji yang besar, pulang cepat tanpa ada timbal balik ke perusahaan dan pada akhirnya mereka turun ke jalan yang menyebabkan terganggu proses pruduksi.

5.   Tingkat Kriminalitas, Pencurian dan Kerusuhan

Karena di Indonesia negara berkembang yang mengakibatkan perekonimian rendah, pendidikan yang rendah, maka mengakibatkan tingkat krimanalitas yang lumayan tinggi dan berdampak langsung pada bisnis, para investor mengalami kerugian yang tak sedikit karena barang baku mereka sering mengalami kepencurian, contohnya kita pernah mendengar  kelompok bajing loncat yang sering mencuri dari truk-truk yang membawa bahan produksi dengan cara menyelinap naik ke atas truk dan melemparkan bahan curiannya ke dalam mobil yang di siapkan di belakang truk dan mereka tak tanggung – tanggung mereka aksi tersebut di jalan tol dan satu lagi yang masih ingat yaitu terbunuhnya penguasaha lokal oleh salah satu kelompok masyarakat.

Sumber:

Google.com

Wikipedia.com

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: